Alhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala
rasulillah nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in.
Saya sebenarnya tak ingin terlalu menyibukkan
diri dengan asal-usul masalah yang satu ini, toh sudah banyak tulisan dan
wejangan mengenainya dari mereka yang menolak ataupun yang mendukungnya.
Namun akhir-akhir ini apa yang kita saksikan di tengah masyarakat semakin
menghkawatirkan. Akan seperti apa masyarakat kita kelak bila dipimpin
calon pemimpin masa depan yang usia mudanya telah rusak poranda karena
dicecoki budaya barat. Mulai dari ucapan happy valentine’s day, selamat
hari kasih sayang, saling memberi hadiah bunga, cokelat dan sebagainya
telah menjadi kebiasaan anak-anak muda kita setiap memasuki bulan Februari.
Mirisnya adalah karena hal ini terjadi
setiap tahun, ditambah lagi sikap sebahagian orang tak bertanggung jawab
yang memanfaatkan peluang berupa sikap latah masyarakat guna meraup untung
sebanyak-banyaknya. Dibuatlah bingkisan-bingkisan khusus dan aneh yang
semakin menambah kekhawatiran kita. Oleh karena itu saya tergerak untuk
menyampaikan penjelasan dengan menilik kembali asal-usul dari valentine’s
day.
Sumber terpercaya menyebutkan bahwa asal kisah
valentine’s day itu sebenarnya masih dipertanyakan oleh banyak sejarawan.
Sebahagian mengatakan bahwa hari yang dikenal sebagai hari kasih sayang
itu merupakan proyeksi dari keyakinan yang sudah ada sejak zaman dahulu
kala. Menurut sejarah kalender Athena kuno, periode antara pertengahan
bulan Januari sampai pertengahan Februari adalah bulan Gamelion yang
dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.Di Roma kuno, 15
Februari dikenal sebagai hari Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus atau
Dewa Kesuburan yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit
kambing.
Berbeda dengan hari Lupercalia, menurut Ensiklopedia Katolik
1908, kata Valentine berasal dari kisah seorang martir atau santo
(orang suci) yang bernama Valentinus, namun penentuan orangnya ada 3 versi
:
1. Seorang pastor di kota Roma.
2. Seorang uskup di Interamna.
3. Seorang martir di Provinsi Romawi Africa.
Hubungan antara ketiga versi di atas dengan hari
kasih sayang sebenarnya tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I menyatakan
bahwa tak ada yang mengetahui tentang ketiga martir tersebut, namun 14
Februari tetap dijadikan sebagai hari raya bagi penganut agama ini untuk
mengenang Santo Valentinus. Ada yang berpendapat bahwa 14 Februari sengaja
ditetapkan sebagai hari Valentine’s untuk menandingi hari Lupercalia pada
tanggal 15 Februari esok harinya.
Barulah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis,
catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta
romantis dan kasih sayang, di mana pada tanggal tersebut (14 Februari)
dipercayai adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin.
Kepercayaan ini ditulis pada karya seorang sastrawan Inggris pertengahan
bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules
(Percakapan Burung-Burung) bahwa;
“For this was sent on Seynt Valentyne’s day”
“When every foul cometh there to choose his
mate”
“Untuk inilah dikirim pada hari Santo
Valentinus”
“Saat semua burung datang ke sana untuk
memilih pasangannya”
Pada zaman itu bagi para kekasih lazim
bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka sebagai
“Valentine” mereka. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai
Santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya
bercerita bahwa:
Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur
sebagai martir (orang suci dalam ajaran Katolik), ia menulis sebuah
pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang
tertulis, “Dari Valentinusmu”.
· Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar
Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan
keguguran sebagai martir.
Kesimpulan yang saya dapatkan bahwa valentine’s
day ini tidak memiliki dasar sejarah yang jelas, yang ada hanyalah
kisah-kisah dongeng atau legenda yang diceritakan untuk melegalkan sebuah
perayaan tertentu. Terlepas benar atau tidaknya, sebagai seorang muslim
yang baik seharusnya tidak ikut-ikutan terhadap budaya atau adat dan perayaan
orang-orang yang berbeda keyakinannya dengan kita. Sebagai contoh bila
orang-orang tersebut meyakini free sex dan legalnya hal tersebut, maka
tidak boleh kita menerimanya bulat-bulat meskipun keyakinan mereka takkan
mungkin disodorkan kepada kita tanpa bungkus dan penutup penghias mata dan
telinga.
Hari valentine’s ini misalnya, hari raya
bagi mereka yang katanya ingin meluapkan kasih sayangnya kepada sang
kekasih, namun kenyataannya ia merupakan salah satu cara untuk melegalkan
keyakinan free sex mereka. Dan masih sangat banyak kerusakan yang
terangkum dalam valentine day, seperti tabdziir (menyia-nyiakan) harta
dan waktu untuk mengadakan perayaan hari valentine dengan
bermacam pelanggaran dan kemungkaran lainnya.
1. Valentine’s day merusak aqidah seorang muslim.
Bagaimana tidak? Seorang muslim yang seharusnya
merasa bangga dengan agama yang dianutnya, justru latah mengikuti budaya
dan kebiasaan rusak dari barat. Bahkan tidak hanya budaya, kalau kita
menyimak baik-baik penjelasan di atas, ternyata diantara sebab munculnya
valentine’s day adalah kisah meninggalnya seorang martir atau santo yang
beragama Kristen katolik yang jelas berbeda agama dengan kita. Lantas
apakah pantas seorang muslim merayakan hari kematian seorang yang kafir
kepada Allah? Tidak hanya itu, di dalam agama kita sendiri, Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Alquran Artinya: demikianlah
perintah Allah, dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah,
maka sesungguhnya hal itu berasal dari ketakwaan hati.[1]
Pemahaman kebalikannya dari ayat ini, bahwa siapa
yang tidak mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah apalagi –na’udzu billah min
dzalik- meninggalkan syi’arNya maka hal itu berasal dari rusaknya hati
yang bisa berujung kefasikan, kemunafikan atau kekufuran. Dan hal ini
telah terjadi di hadapan kita jauh hari sebelum perayaan valentine’s day,
ibadah sholat ditinggalkan, ucapan salam yang diajarkan agama Islam
perlahan-lahan diganti dengan ucapan-ucapan lain, dan masih banyak lagi syi’ar
islam yang ditinggalkan, lalu bagaimana lagi jika telah datang perayaan 14
Februari tersebut?
2. Valentine’s day merusak kehormatan muslim/ah
Para pembaca sekalian pasti sudah mengetahui
maksud dari point kedua ini. Anda semuanya telah menyaksikan dan
mendengarkan apa yang terjadi pada valentine’s day. Kehormatan dan
kesucian seorang muslim/ah menjadi rusak dan tercoreng akibat keyakinan
dan budaya yang diajarkan oleh barat ini.
Tidak hanya itu, identitas muslim/muslimah
menjadi debu yang bertebaran tatkala datang hari ini. Semua
berbondong-bondong membeli hadiah, pemberian, cokelat atau bunga mawar
untuk kekasihnya (halal atau haram) di dalam rangkaian hari raya agama
Kristen Katolik. Sungguh penjualan identitas massal yang terjadi pada hari
itu, agama islam seakan dijontorkan dari hati setiap Pelaku valentine’s day
untuk menikmati 1 hari yang akan mendatangkan penyesalan di kemudian hari.
Dimanakah mereka dari firman Allah yang berbunyi Artinya: Katakanlah :
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah,
Tuhan semesta alam.[2]
Begitu pula dengan sabda Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam yang seharusnya rasikh/tertanam kuat dalam hati seorang
muslim :
مَنْ قَالَ رَضِيتُ
بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَجَبَتْلَهُ
الْجَنَّةُ
Artinya : Barang siapa yang mengucapkan “Aku
ridho Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad adalah
Rasulku”, maka ia akan masuk syurga.[3]
Juga sabda beliau :
Artinya : Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum,
maka ia termasuk kaum tersebut. Diriwayatkan bahwa suatu ketika pada masa
kekhilafaan Umar ibn khattab radiyallahu ‘anhu, beliau mendatangi kota
Syam bersama Abu ‘ubaidah ibnul jarrah radiyallahu ‘anhu. Sebelum mereka
tiba di kota Syam, Umar lalu turun dari unta yang dikendarainya, melepaskan
kedua sepatunya dan dijepit di bawah ketiak sembari menuntun unta miliknya.
Melihat tingkah sang khalifah, Abu ‘ubaidah lalu berkata “Wahai amirul mukminin
Umar, mengapa engkau melakukan hal tersebut(tingkah yang dilakukan Umar
radiyallahu ‘anhu), Saya merasa penduduk Syam akan menganggapmu remeh dan
hina bila melihatmu
melakukan hal itu”, lalu Umar radiyallahu ‘anhu
kemudian menjawabnya “Aduh, seandainya saja perkataan seperti yang barusan
saya dengar tidak berasal darimu wahai Abu ‘ubaidah, maka akan saya balas
dengan balasan yang pedih. Sesungguhnya kita ini dahulu adalah ummat yang
hina lalu Allah memuliakan kita dengan agama islam, maka dengan cara
apapun kita mencari kemuliaan selain agama islam, pasti kita akan tetap
menjadi hina.[4]
Sahabat, kemuliaan itu diraih dengan menjadi
muslim yang sejati. Agama Islam telah memuliakan anda dan seluruh
orang-orang yang beriman. Allah berfirman :
ولِلَّهِ الْعِزَّةُ
وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُون
Artinya : Dan kemuliaan hanyalah milik Allah,
RasulNya, dan orang-orang yang beriman, tetapi orang-orang munafiq itu
tidak mengetahuinya.[5] Jika saja Umar ibn khattab radiyallahu ‘anhu bersikap
keras kepada Abu ‘ubaidah ibnul jarrah atas perkataannya, lalu bisakah
anda bayangkan bagaimana sikap Umar terhadap apa yang terjadi hari ini?
kaum muslimin mencari kemuliaan dengan mengikuti ajaran selain islam…dan
bisakah anda bayangkan bagaimana sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam terhadap
ummatnya yang seperti ini? sungguh akan sangat
disayangkan, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan menunggu
kita semua pada hari kiamat di telaga beliau untuk meminum air darinya.
Ketika ummat beliau telah berdesak-desakan untuk meminum air dari telaga
itu, akan terlihat orang-orang yang diusir darinya. Rasulullah kemudian
mengatakan “Duhai Allah, Duhai Rabbku, ummatku..kaumku…lalu dikatakan
kepadanya “Wahai Muhammad, sesungguhnya engkau tak mengetahui apa yang
diperbuat ummatmu sepeninggalmu”.[6]
Maka bila Anda adalah muslim yang baik saat ini,
jagalah keislaman Anda, identitas dunia dan akhirat yang akan meyelamatkan
Anda hari ini dan hari akhir kelak. Karena itu, selamatkan diri dengan
menjauhi perayaan valentine’s day bagaimanapun bentuknya, karena hari itu
legenda Valentinus siap mengoyak banyak aqidah dan kehormatan
manusia…Apakah Anda termasuk di dalamnya atau tidak??? Tanda Tanya besar
yang akan dibuktikan pada 14 Februari nanti…Sekian.
[1] Surah Al haj 32.
[2] Surah Al an’am 162.
[3] HR Abu dawud 1/562 no.1531 dan dishohihkan
oleh Syaikh Al Albany.
[4] HR Al mundziry 4/35 dengan sanad yang shohih.
[5] Surah Al munafiqun 8.
[6] HR Al mundziry 2/25 dengan sanad yang baik.
Oleh : Rachmat Badani Abu AQilah
0 Comments